Wali Kota Palu Dorong Transformasi Digital Menuju Smart City, AI dan Pembayaran Digital Jadi Prioritas

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan paparan dalam seminar Posalia Sulteng Digifest Seminar 2026 di Palu, Sabtu.
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:05:31 WIB

PALU — Ekosistem pembayaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi fokus utama Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan smart city. Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan pihaknya terus mendorong inovasi digital agar layanan publik semakin cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat.

Hal itu disampaikan Hadianto saat mengisi seminar Posalia Sulteng Digifest Seminar 2026 di Palu, Sabtu. Ia menegaskan Kota Palu saat ini sedang berproses menuju kota cerdas yang tidak hanya berhenti di pusat kota.

AI untuk Olah Data dan Percepat Layanan Warga

Hadianto menuturkan seluruh data digital di lingkup pemerintah harus diolah oleh kecerdasan buatan. Tujuannya agar semua layanan masyarakat bisa berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien.

"Harapannya ada gagasan dan praktik terbaik terkait kecerdasan buatan, sistem pembayaran digital, dan inovasi layanan publik di Kota Palu," ujarnya.

Menurutnya, penerapan kota pintar tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi syarat mutlak agar adaptasi terhadap kemajuan teknologi berjalan mulus.

Kolaborasi dengan BI dan Pemangku Kepentingan

Untuk mewujudkan target tersebut, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai krusial. Kolaborasi ini diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang inklusif.

"Ke depan adanya sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif sehingga inovasi teknologi tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah di Kota Palu," sebut Hadianto.

Kesiapan SDM Jadi Kunci Implementasi Smart City

Hadianto mengingatkan bahwa transformasi digital tidak akan berjalan tanpa dukungan aparatur yang mumpuni. Pemerintah kota wajib menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini.

"Tentunya untuk mengimplementasikan kota pintar wajib menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini," kata dia.

Dorongan transformasi digital ini sejalan dengan arah besar pembangunan Kota Palu yang ingin menjadikan teknologi sebagai tulang punggung pelayanan publik. Dengan penguatan ekosistem digital, diharapkan seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak langsung dari inovasi yang dihadirkan pemerintah.

Reporter: Nathasya Zallianty