MOROWALI — Yusman Mahbub menegaskan bahwa bulan Oktober menandai masuknya triwulan keempat sekaligus triwulan terakhir tahun anggaran. Seluruh pekerjaan, katanya, harus dikebut seperti maraton. Instruksi ini berlaku untuk semua OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali.
Menurut Yusman, kunci agar pekerjaan tidak amburadul di penghujung tahun adalah pengawasan langsung. Ia mewajibkan pimpinan OPD turun ke lapangan, bukan hanya duduk di balik meja.
Pimpinan OPD Diminta Awasi Konsultan dan Pengawas Proyek
Yusman menyoroti peran konsultan dan pengawas proyek yang selama ini kerap luput dari pengawasan. Ia meminta pimpinan OPD memastikan mereka bekerja sesuai kontrak yang telah disepakati dengan pihak ketiga.
"Pimpinan OPD itu harus turun melihat. Konsultan dan pengawas itu harus betul-betul bekerja memastikan seluruh pekerjaan itu berjalan sesuai kontrak yang sudah dipegang masing-masing pihak ketiga," ujarnya.
Pengawasan berkala dinilai penting agar progres fisik proyek tetap terkendali. Tanpa pengecekan langsung, risiko pekerjaan mangkrak atau tidak sesuai spesifikasi meningkat menjelang tutup tahun.
Dokumen Jangan Berbondong-bondong Masuk di Akhir Desember
Selain progres fisik, Yusman mengingatkan soal administrasi. Ia tidak ingin ada drama dokumen menumpuk di tanggal 31 Desember yang akhirnya gagal dibayarkan.
Masalah ini disebutnya klasik tiap akhir tahun. Semua dokumen masuk berbondong-bondong, waktu mepet, sistem terkunci, pembayaran pun kandas.
"Ini harus kita lakukan supaya akhir tahun seluruh dokumen tidak berbondong-bondong masuk, akhirnya pada tanggal 31 Desember atau 1 Januari tidak bisa terproses dan dibayar," jelasnya.
Ia pun meminta agar progres pekerjaan dan kelengkapan administrasi berjalan beriringan. Jangan fisik 100 persen tapi dokumen nol, atau sebaliknya.
Target Akhir Tahun Anggaran 2026 Dituntut Tuntas Tanpa Sisa Persoalan
Dengan pengawasan berkala, Yusman yakin target akhir tahun anggaran 2026 bisa tuntas tanpa sisa persoalan. Arahan ini menjadi peringatan dini bagi OPD yang selama ini lambat menyelesaikan pekerjaan dan administrasinya.
Pemerintah Kabupaten Morowali kini memasuki fase krusial penutupan anggaran. Seluruh OPD diminta menyusun jadwal percepatan agar tidak ada pekerjaan yang tertunda hingga melewati batas waktu pembayaran.