Breaking

Aksi Sosial Serentak Skala Nasional PLN UID Kaltimra Masa Ramadhan

RE
Jumat, 06 Maret 2026
Aksi Sosial Serentak Skala Nasional PLN UID Kaltimra Masa Ramadhan

JAKARTA - Momen Ramadan 1447 Hijriah menjadi sangat istimewa bagi puluhan warga di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. PLN UID Kaltimra secara resmi menyalakan listrik gratis bagi 60 rumah tangga prasejahtera sebagai bagian dari upaya pemerataan energi. Program ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses listrik akibat kendala ekonomi, sehingga kini mereka bisa menikmati terangnya lampu di malam hari tanpa rasa khawatir.

Wujud kepedulian sosial melalui energi

Program Light Up The Dream hadir sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan legalitas kelistrikan. Banyak warga sebelumnya terpaksa menyalur dari tetangga dengan sistem keamanan yang rendah dan biaya yang relatif mahal. Melalui donasi insan PLN, warga kini memiliki kWh meter sendiri yang menjamin keamanan penggunaan listrik sesuai standar teknis yang berlaku, sekaligus memberikan kemandirian bagi setiap kepala keluarga dalam mengelola kebutuhan energinya.

Dampak ekonomi bagi masyarakat kecil

Kehadiran listrik mandiri secara langsung membantu meringankan beban pengeluaran rutin masyarakat prasejahtera. Jika sebelumnya mereka harus membayar biaya tinggi untuk menumpang listrik, kini pengeluaran tersebut dapat ditekan dan dialokasikan untuk kebutuhan pokok lainnya. Hal ini sangat dirasakan oleh warga seperti Fadhillah di Balikpapan yang merasa sangat terbantu dengan adanya program ini, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup selama bulan puasa.

Proses penyaluran bantuan yang tepat sasaran

Pihak PLN memastikan bahwa setiap penerima manfaat telah melalui proses verifikasi agar bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat dilakukan untuk mendata warga prasejahtera yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Dengan data yang akurat, efektivitas program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan sosial di wilayah pelosok.

Peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas

Menurut Muchamad Chaliq Fadli, listrik bukan sekadar alat penerangan, melainkan katalisator bagi perubahan kualitas hidup. Dengan cahaya yang cukup, anak-anak sekolah dapat belajar lebih baik di malam hari, dan para ibu rumah tangga bisa membuka peluang usaha kecil dari rumah. Listrik menjadi fondasi utama bagi peningkatan ekonomi kreatif di tingkat mikro, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua