Breaking

Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong Sulteng, Getaran Terasa Kuat hingga Palu dan Gorontalo

WA
Minggu, 16 Agustus 2026
Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong Sulteng, Getaran Terasa Kuat hingga Palu dan Gorontalo
Warga mengamankan barang-barangnya di dalam rumah setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8) malam.

PALU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 terjadi di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (15/8) pukul 23.25 Wita. Episenter gempa terletak pada koordinat 0.25 Lintang Utara dan 120.22 Bujur Timur, dengan kedalaman 44 kilometer.

Berdasarkan permodelan BMKG, getaran gempa dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di luar Parigi Moutong. Skala intensitas terkuat tercatat di Kecamatan Tinombo dan Palasa dengan tingkat IV MMI, disusul Tomini, Kasimbar, dan Kotaraya pada skala III-IV MMI.

Getaran Terasa di Palu hingga Gorontalo

Di Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, guncangan dirasakan dengan skala III MMI. Getaran dengan skala yang sama juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bolaang Mongondow Utara. Sementara itu, warga di Biduk-Biduk merasakan getaran pada skala II-III MMI.

BMKG menjelaskan, skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Pada skala IV MMI, getaran pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, gerabah pecah, jendela berderik, dan dinding berbunyi.

BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

Dalam keterangan resminya, BMKG memastikan gempa bumi yang mengguncang Parigi Moutong ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. "Tidak berpotensi tsunami," tulis akun resmi BMKG, dikutip Minggu (16/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan, serta memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG.

Sumber: news.detik.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua