BBPOM Palu Gelar Vaksinasi HPV Dosis Ketiga untuk 200 ASN dan Warga, Cegah Kanker Serviks

Sebanyak 200 ASN dan warga mengikuti penyuntikan vaksin HPV dosis ketiga yang difasilitasi BBPOM Palu.
Penulis: Satrio
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02:01 WIB

PALU — Sebanyak 200 peserta mengikuti penyuntikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga yang difasilitasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palu. Mereka terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari program vaksinasi tiga dosis yang telah berjalan sejak awal tahun. Dosis pertama diberikan pada Februari, disusul dosis kedua pada April, dan kini dosis ketiga dilaksanakan pada Agustus 2026.

Antusiasme Tinggi, Peserta Dibatasi 200 Orang

Kepala Balai Besar POM Palu, Musthofa Anwari, menyebut antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Namun, panitia membatasi jumlah peserta demi efektivitas pelaksanaan dan pengawasan medis.

"Antusias dari masyarakat, baik ASN maupun umum, cukup tinggi. Namun kami batasi sampai 200 peserta," ujarnya di Palu, Rabu.

Pelaksanaan vaksinasi ini melibatkan tenaga kesehatan dari Kimia Farma dan Puskesmas Singgani. Dua dokter dan empat perawat diterjunkan untuk memastikan proses penyuntikan berjalan lancar, sementara Puskesmas Singgani menyiagakan ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Vaksinasi Lengkap Kunci Perlindungan Optimal

Musthofa menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian dosis vaksin HPV. Vaksin diberikan dalam tiga dosis dengan interval waktu tertentu, dan manfaatnya baru bisa diperoleh secara optimal jika dosis dilengkapi.

"Dosis lanjutan diberikan dua bulan dan enam bulan setelah dosis pertama," jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi HPV merupakan langkah promotif dan preventif untuk mengurangi risiko kanker serviks, khususnya pada perempuan. "Harapannya dengan adanya vaksinasi HPV ini, masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah dapat hidup sehat dan terhindar dari kanker serviks," kata Musthofa Anwari.

Biaya Terjangkau, Warga Terbantu

Program ini dirangkaikan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT Ke-25 BPOM, HUT Ke-54 Korpri, dan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP). Peserta dikenakan biaya Rp290 ribu per dosis, lebih murah dibandingkan tarif vaksinasi mandiri di fasilitas kesehatan.

Salah seorang peserta, Aryani (28), mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia telah mengikuti seluruh rangkaian vaksinasi HPV di BBPOM Palu, mulai dosis pertama hingga ketiga.

"Sebagai masyarakat kita terbantu dengan vaksin ini. Dari harganya juga terjangkau daripada kita vaksin sendiri di luar, seperti di rumah sakit," katanya.

Bagi Aryani, vaksinasi HPV penting bagi perempuan sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit kanker serviks di kemudian hari.

Reporter: Satrio