OJK Sulteng Bekali 130 Nelayan di Tolitoli Lewat Pelatihan Keuangan, Siapkan Ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih
PALU — OJK Sulawesi Tengah mempersiapkan masyarakat pesisir di Desa Banagan, Tolitoli, untuk menyambut hadirnya ekosistem keuangan terpadu melalui pelatihan bagi 130 nelayan. Kegiatan Training of Trainers (ToT) ini berlangsung sebagai langkah inkubasi sebelum program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I resmi beroperasi di desa tersebut.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menegaskan bahwa ketangguhan nelayan tidak hanya diukur dari hasil melaut, tetapi juga dari kemampuannya mengatur arus keuangan keluarga dan usaha.
“Kami ingin nelayan tidak hanya tangguh saat melaut, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan,” kata Bonny di Palu, Rabu.
Bekal Menabung, Asuransi, dan Pembiayaan Produktif
Para peserta tidak hanya diberi teori. Mereka dibekali keterampilan praktis seputar pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya menabung, serta cara mengakses produk perbankan formal seperti tabungan dan asuransi.
OJK juga memperkenalkan skema pembiayaan produktif yang dapat digunakan nelayan untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif. Dengan begitu, hasil tangkapan yang melimpah tidak habis tanpa jejak catatan keuangan yang sehat.
Melahirkan Agen Literasi di Tingkat Kampung
Pelatihan ini dirancang untuk mencetak agen-agen literasi keuangan lokal. Setelah mengikuti ToT, para peserta diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan tentang produk jasa keuangan dan perlindungan konsumen kepada nelayan lain di sekitarnya.
“OJK Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan dalam mendukung pengembangan KNMP di Desa Banagan melalui Program EKI,” ujarnya.
Memperluas Akses Pesisir ke Layanan Formal
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperluas akses masyarakat pesisir terhadap layanan keuangan formal. Dampak jangka panjangnya, ketahanan usaha nelayan diharapkan menguat dan kemandirian ekonomi warga Desa Banagan bisa terwujud.
Meski KNMP belum beroperasi, persiapan sumber daya manusia sejak dini dinilai krusial agar ekosistem yang kelak dibangun langsung dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.