Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Badan Geologi Perluas Radius Bahaya Jadi 3 Kilometer dari Puncak

Badan Geologi memperluas radius bahaya Gunung Sinabung menjadi tiga kilometer dari puncak menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.
Penulis: Regan
Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:25:31 WIB

JAKARTA — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat eskalasi aktivitas Gunung Sinabung yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi gempa vulkanik dan hembusan asap kawah yang membumbung tinggi. Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengonfirmasi perubahan zona rekomendasi ini berlaku efektif mulai Kamis (13/8) pukul 10.00 WIB.

Radius bahaya diperluas dari sebelumnya dua kilometer dari puncak menjadi tiga kilometer. Untuk sektor selatan-timur, radius sektoral juga diperlebar dari 3,5 kilometer menjadi 4,5 kilometer.

Mengapa Radius Bahaya Diperluas?

Pemantauan kegempaan hingga 12 Agustus 2026 menunjukkan lonjakan signifikan pada gempa vulkanik dalam dan gempa hembusan. PVMBG juga merekam kemunculan gempa Low Frequency (LF) dan gempa hibrid yang sebelumnya jarang terdeteksi.

Secara visual, kolom asap kawah terpantau semakin tebal dengan warna putih keabu-abuan. Hembusan asap membumbung hingga ketinggian 1.000 meter di atas puncak gunung, menandakan suplai magma dari kedalaman terus berlangsung.

Ancaman Lahar dan Erupsi Freatik Masih Mengintai

Badan Geologi mengingatkan masyarakat tidak hanya soal bahaya primer seperti erupsi freatik, erupsi magmatik, pembongkaran kubah lava, dan lontaran batu pijar. Potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar saat hujan turun juga perlu diwaspadai, terutama di lembah-lembah yang berhulu di puncak Sinabung.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam area zona bahaya yang telah ditetapkan. Imbauan ini berlaku untuk seluruh sektor hingga radius tiga kilometer dari kawah.

Koordinasi dengan Pemda dan BPBD Diperketat

Badan Geologi meminta pemerintah daerah bersama BPBD Sumatera Utara dan Kabupaten Karo untuk berkoordinasi aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat di sekitar kaki gunung diminta tetap tenang namun waspada, serta mematuhi segala rekomendasi resmi dari otoritas terkait. Setiap perubahan status dan zona bahaya akan diumumkan melalui kanal resmi PVMBG dan Badan Geologi.

Reporter: Regan