Negara Dinilai Hadir lewat Kecepatan Pulihkan Jalan
JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur kritis yang rusak akibat bencana maupun usia bangunan harus menjadi prioritas utama tanpa penundaan.
Kecepatan respons kementerian dalam memulihkan akses jalan yang putus menjadi ujian nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dody menyikapi sejumlah peristiwa jalan terputus yang mengisolasi warga dan mematikan urat nadi perekonomian di beberapa daerah.
Ia meminta jajarannya tidak lagi berlindung di balik kerumitan jalur birokrasi saat situasi darurat terjadi.
"Jalan putus itu artinya akses kehidupan warga terhambat. Anak-anak tidak bisa sekolah, hasil tani tidak bisa dijual, dan pasokan bahan pokok terhenti. Ini ujian kecepatan respons kita di Kementerian PU," tegas Dody Hanggodo saat memberikan pengarahan,Rabu (11/9/2026).
Ia menginstruksikan seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di daerah untuk selalu siap siaga 24 jam.
Menurutnya, begitu mendapat informasi ada jalur logistik atau akses utama yang terputus, penanganan darurat berupa jembatan bailley atau jalan alternatif harus segera dikerjakan dalam hitungan jam.
Dody menekankan bahwa tolok ukur kinerja jajarannya saat ini bukan lagi seberapa banyak rencana yang dibuat, melainkan seberapa cepat alat berat bergerak di lokasi bencana.
Publik membutuhkan solusi fisik di lapangan secara cepat, bukan sekadar janji atau prosedur administratif yang panjang.
Selain penanganan darurat, Dody juga memerintahkan tim teknis untuk langsung mengkaji perbaikan permanen dengan standar konstruksi yang lebih tahan terhadap ancaman bencana alam di masa mendatang.
Kecepatan tanggap darurat harus tetap beriringan dengan kualitas fisik bangunan.
Kementerian PU kini mengintegrasikan sistem pemantauan infrastruktur daerah agar koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan lebih cepat saat terjadi kondisi kritis.
Langkah ini diambil guna memangkas durasi pelaporan hingga penanganan di lokasi.
Dody optimistis, dengan respons yang cepat dan sigap di setiap titik jalan yang terputus, mobilitas masyarakat dan arus konektivitas antarwilayah dapat segera pulih tanpa mengganggu stabilitas ekonomi daerah.