Breaking

BPBD Parigi Moutong Salurkan 8.000 Liter Air Bersih per Hari ke Dua Desa Terdampak Kemarau

RE
Selasa, 22 September 2026
BPBD Parigi Moutong Salurkan 8.000 Liter Air Bersih per Hari ke Dua Desa Terdampak Kemarau

PARIGI — Plt Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai menyatakan distribusi air bersih masih menjadi prioritas penanganan karena masih banyak lahan terdampak kemarau. Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalos) mencatat dua desa yang menjadi sasaran distribusi harian, yakni Desa Santigi dan Desa Bolano Barat.

Selain kebutuhan konsumsi warga, wilayah tersebut juga mencatat 26,65 hektare kebun warga yang terdampak kekeringan. "Di wilayah itu juga tercatat 26,65 hektare kebun warga terdampak kekeringan," ujar Rivai di Parigi, Senin.

Mobil Tanki BPBPK Sulteng Dikerahkan ke Lokasi

Distribusi air bersih menggunakan satu unit mobil tanki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah. Kendaraan itu tergabung dalam tim siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Pemerintah daerah menyatakan komitmennya membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, salah satunya air bersih. "Tim yang telah dibentuk pemerintah daerah disiapkan untuk membantu warga terdampak, dilengkapi dengan peralatan penunjang penanganan bencana," ucap Rivai.

Posko Siaga di Bolano Layani Wilayah Risiko Tinggi

Selama masa siaga darurat, BPBD menempatkan posko di Kecamatan Bolano untuk melayani sejumlah wilayah dengan tingkat risiko tinggi terhadap karhutla dan kekeringan. Posko itu menyiapkan alat pemukul api, pompa punggung pemadam api, mesin sedot air (alkon), dan perlengkapan penunjang lainnya.

"Selain dampak kekeringan, ancaman karhutla juga masih tinggi, tim di lapangan terus melakukan pemantauan," kata Rivai.

Warga Diminta Hemat Air Selama Kemarau

Rivai mengingatkan dampak kemarau berkepanjangan perlu disikapi bijak, terutama dalam penggunaan air. Warga diminta mengutamakan air untuk kepentingan mencuci, memasak, dan mandi.

Distribusi air bersih akan terus berjalan selama wilayah terdampak masih membutuhkan pasokan. "Distribusi air bersih masih tetap prioritas karena masih banyak lahan terdampak kemarau," ujarnya.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua