GAYO LUES — Luapan sungai memutus akses jalan penghubung sementara pada eksisting Jembatan Aih Bobo. Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung membersihkan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco, serta memasang area pembatas dengan safety line.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan akses jalan dan jembatan berperan strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat.
"Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," kata Dody dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Tujuh Titik Longsor di Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues
Kementerian PU juga memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsoran di tujuh tempat. Rinciannya, satu lokasi di kawasan Meloak, empat lokasi di Durin Daun, dan dua lokasi di kawasan Air Panas.
Tim BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat menangani material menggunakan ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader.
Sabo Dam di DAS Tamiang Ditargetkan Rampung 3–4 Minggu
Untuk memperkuat pengendalian sedimen akibat banjir, Kementerian PU membangun sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Pekerjaan itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 3–4 minggu sehingga bangunan dapat difungsikan meskipun belum seluruh pekerjaan selesai.
Pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan sabo dam. Di lapangan, ketersediaan material semen menjadi salah satu kendala.
Riwayat Kerusakan Ketiga dalam Sembilan Bulan
Banjir kali ini menandai kerusakan ketiga di kawasan Jembatan Aih Bobo dalam sembilan bulan terakhir. Sebelumnya, kawasan tersebut terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan kembali mengalami kerusakan jembatan sementara pada Juni 2026.
Penanganan sisa puing dan pemasangan safety line jadi langkah awal sebelum perbaikan permanen bisa dilakukan. Warga sekitar kini bergantung pada jembatan kayu untuk aktivitas harian.