Breaking

KADIN Nilai Sulawesi Tengah Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi, Anindya Bakrie Sebut Butuh Dukungan Semua Pihak

RE
Kamis, 17 September 2026
KADIN Nilai Sulawesi Tengah Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi, Anindya Bakrie Sebut Butuh Dukungan Semua Pihak
Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie berpidato di hadapan pengurus KADIN Sulawesi Tengah yang baru dikukuhkan di Palu.

PALU — Anindya menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di hadapan pengurus KADIN Sulawesi Tengah yang baru dikukuhkan. Ia secara khusus mengapresiasi kekompakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan KADIN Sulteng di bawah kepemimpinan Ketua Umum Gufran Ahmad.

Menurut Anindya, sinergi semacam itu tidak selalu ditemui di daerah lain. Ia menyebut telah mengunjungi 18 provinsi dan menilai kekompakan di Sulawesi Tengah sebagai modal utama membangun iklim usaha.

"Yang menarik dari semua ini adalah melihat kekompakan antara pemerintah, gubernur, wakil gubernur, dan KADIN Sulawesi Tengah. Kami keliling di 18 provinsi, dan ini adalah modal yang paling utama," ujar Anindya.

Modal Sosial Harus Diolah Jadi Manfaat Nyata

Anindya menegaskan kekompakan tersebut bukan tujuan akhir. Menurutnya, modal sosial itu harus diterjemahkan menjadi program yang berdampak langsung bagi pelaku usaha dan warga.

"Modal itu bagus, tetapi modal itu harus diolah supaya bisa benar-benar berguna," katanya.

Ia menilai keberhasilan KADIN membina anggota sangat bergantung pada dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah. Tanpa itu, program pembinaan UMKM dan penguatan sektor riil sulit berjalan optimal.

Indonesia Disebut Butuh Sulawesi Tengah Sukses

Anindya menyampaikan pernyataan tegas soal posisi Sulawesi Tengah dalam peta ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan daerah ini bukan hanya urusan warga setempat, melainkan kepentingan Indonesia secara keseluruhan.

"Saya sangat optimis dengan Sulawesi Tengah. Bahkan bisa saya bilang, Indonesia membutuhkan Sulawesi Tengah sukses," tegasnya.

Ia menilai sejumlah keunggulan daerah ini dapat menjadi kekuatan mendorong industrialisasi. Mulai dari perkembangan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, posisi geografis, hingga potensi sumber daya yang dimiliki.

"Sekali lagi saya sangat optimis dan saya mendoakan Sulawesi Tengah bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan Indonesia," ujarnya.

Keanggotaan BRICS Buka Peluang Dagang dan Investasi

Anindya juga membawa perspektif global terkait peluang ekonomi Indonesia setelah bergabung dalam BRICS. Ia menceritakan pengalamannya menghadiri konferensi BRICS di India sebelum bertolak ke Palu.

Menurutnya, sekitar 40 persen penduduk dunia dan 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia berada di kawasan negara-negara BRICS. Kelompok ini awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, lalu berkembang dengan keanggotaan negara lain.

"Indonesia mempunyai peran yang luar biasa, karena satu-satunya negara dalam BRICS yang merupakan perwakilan ASEAN," kata Anindya.

Ia mendorong KADIN dan pemerintah daerah menangkap peluang tersebut dengan memperkuat perdagangan dan investasi. KADIN Indonesia, sebutnya, tengah menyiapkan agenda yang mempertemukan investor dengan berbagai potensi ekonomi daerah.

"Ketika kita bicara perdagangan dan bicara investasi, ini harus benar-benar dibangun," ujarnya.

Menurut Anindya, Sulawesi Tengah punya berbagai komoditas yang bisa ditawarkan kepada investor. Tidak hanya sumber daya mineral, tetapi juga sektor lain yang masih terbuka untuk dikembangkan.

Sumber: 50detik.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua