BANGGAI — Jembatan Berani yang menghubungkan warga Desa Masungkang dengan akses pendidikan itu masih berstatus darurat. Rencananya, struktur jembatan akan diperkuat dan diperlebar agar aman dilalui kendaraan roda dua, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
Pemerintah provinsi menilai kehadiran jembatan ini bukan sekadar membuka jalur transportasi. Bagi Gubernur Anwar Hafid, ada persoalan lebih mendasar yang ingin diselesaikan, yakni memastikan anak-anak tidak kehilangan masa depan mereka karena terputus dari sekolah.
Mengapa Jembatan Berani Dibangun di Batui Selatan
Selama ini, sungai di kawasan tersebut menjadi kendala yang menghambat anak-anak menuju sekolah. Kondisi itu mendorong gubernur mengambil langkah cepat agar tidak ada lagi pelajar yang terpaksa berhenti bersekolah.
"Kalau anak sekolah terganggu, apapun akan saya lakukan. Karena bagi saya, untuk mengubah masyarakat Sulawesi Tengah, kuncinya cuma satu, sekolah," tegas Gubernur Anwar Hafid.
Pembangunan jembatan melibatkan dukungan Tim Vertical Rescue Indonesia. Prosesnya memakan waktu sekitar 10 bulan sebelum akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat Masungkang.
Program BERANI Cerdas untuk Anak Sulteng
Dari persoalan akses itu, Gubernur Anwar mencetuskan program BERANI Cerdas. Program ini berupa beasiswa kuliah gratis melalui jalur afirmasi dan prestasi bagi anak-anak Sulawesi Tengah.
Gubernur meminta masyarakat melaporkan anak-anak mereka yang sedang berkuliah, baik di dalam maupun luar Sulteng. Data itu akan dipakai untuk menyalurkan dukungan beasiswa BERANI Cerdas.
"Jangan lihat saya sekarang jadi gubernur. Orang tua saya dulu susah. Tetapi orang tua saya selalu mengatakan, biar saya susah, yang penting anak saya sekolah," tuturnya.
Dialog dengan Warga dan Bantuan Sembako
Usai meresmikan jembatan, Gubernur Anwar Hafid bersama jajaran berdialog langsung dengan warga Masungkang. Forum itu dipakai untuk mendengar kebutuhan dan persoalan yang masih dihadapi masyarakat setempat.
Sebelum meninggalkan lokasi, gubernur menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, serta unsur Forkopimda Kabupaten Banggai.