Breaking

KSEI Catat 31,13 Juta Investor Pasar Modal Nasional, Gen Z dan Milenial Dominasi 78,55 Persen

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
KSEI Catat 31,13 Juta Investor Pasar Modal Nasional, Gen Z dan Milenial Dominasi 78,55 Persen

PALU — Unit Edukasi dan Layanan Jasa Investor KSEI Abdul Azis Albakkar menyebut pertumbuhan SID enam tahun terakhir melesat sejak 2021 hingga 2026. Dari total investor, 31,08 juta SID atau 67,39 persen merupakan investor lokal, sedangkan 47.586 SID atau 32,61 persen investor asing yang melantai di bursa efek.

"Meningkatnya jumlah investor pasar modal dipicu kemudahan akses teknologi digital, perluasan edukasi keuangan, serta tingginya kesadaran perencanaan finansial di kalangan generasi muda," kata Azis di Palu, Kamis.

Gen Z dan Milenial Kuasai 78,55 Persen Investor Pasar Modal

Azis memaparkan Generasi Z dan milenial masih mendominasi pasar modal dengan porsi 78,55 persen dan nilai aset Rp357,7 triliun. Generasi X menyusul dengan 28,69 persen dan aset Rp620,9 triliun, sementara Baby Boomers hanya 2,79 persen tetapi menguasai aset terbesar Rp928,7 triliun.

"Meski presentasi Baby Boomers kecil namun mereka memiliki jumlah aset lebih banyak dibandingkan Gen Z dan Gen X," ucap Azis.

Investor Laki-Laki Kuasai Aset Rp1.333 Triliun

Berdasarkan jenis kelamin, investor laki-laki mencapai 64,49 persen dengan jumlah aset Rp1.333 triliun. Investor perempuan sebanyak 35,51 persen dengan total aset Rp574 triliun.

Selisih aset antara kedua kelompok itu menunjukkan nilai investasi laki-laki masih jauh lebih besar meski jumlah investor perempuan terus bertambah.

Peran KSEI sebagai Self-Regulatory Organization

Dalam kegiatan pasar modal, KSEI bertindak sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) yang memiliki kewenangan mandiri membuat peraturan mengikat bagi perusahaan sekuritas. KSEI juga bertugas menyediakan layanan jasa kustodian sentral, penyelesaian dan penyimpanan transaksi efek secara teratur dan efisien.

"Kami mencatat dan mengadministrasikan efek maupun kepemilikan aset investor. Sehingga kami menjamin sistem keamanan aset para investor di bursa efek," ujarnya.

Kunjungan KSEI ke Palu menjadi bagian dari perluasan edukasi keuangan ke daerah, sejalan dengan tren pertumbuhan investor yang tidak lagi terpusat di Jawa. Masyarakat Sulawesi Tengah yang ingin mulai berinvestasi dapat memanfaatkan layanan sekuritas yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuka rekening efek dan memperoleh SID.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua