Masyarakat Desa Kini Tidak Lagi Bergantung Pada Tetangga Berkat Adanya Listrik PLN UID Kaltimra Di Ramadhan
JAKARTA - Beban finansial yang selama ini menghimpit keluarga prasejahtera di Kalimantan Timur kini sedikit terangkat berkat hadirnya program Light Up The Dream. Sebanyak 60 rumah tangga yang sebelumnya harus merogoh kocek dalam untuk menumpang listrik tetangga, kini telah memiliki akses listrik mandiri secara gratis. Langkah strategis ini diambil oleh PLN UID Kaltimra untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menikmati energi listrik dengan biaya yang lebih transparan dan terjangkau melalui sistem prabayar.
Solusi mandiri lepas dari ketergantungan
Ketergantungan terhadap sambungan listrik dari tetangga seringkali menimbulkan ketidakpastian biaya dan risiko keamanan kabel yang tidak standar. Dengan program ini, warga diberikan instalasi resmi yang sesuai dengan standar keselamatan ketenagalistrikan. Kemandirian ini memberikan rasa tenang bagi para ibu rumah tangga yang kini tidak perlu khawatir lagi akan tagihan listrik yang membengkak tanpa kendali.
Efisiensi anggaran rumah tangga prasejahtera
Penghematan yang dihasilkan dari memiliki listrik mandiri cukup signifikan bagi buruh harian lepas. Biaya yang sebelumnya mencapai seratus ribu rupiah per bulan untuk menumpang, kini bisa ditekan jauh lebih rendah melalui penggunaan yang bijak. Dana yang tersisa dapat dialihkan untuk membeli bahan pangan bergizi atau modal usaha kecil-kecilan di rumah, yang secara tidak langsung meningkatkan daya beli masyarakat.
Keamanan instalasi listrik bagi pemukiman
Selain faktor ekonomi, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyambungan listrik ini. Kabel yang melintang tidak beraturan saat menumpang listrik sangat rentan memicu arus pendek atau kebakaran. Melalui Light Up The Dream, PLN memastikan setiap rumah dilengkapi dengan alat pembatas dan pengukur (APP) yang resmi, sehingga risiko kecelakaan kelistrikan dapat diminimalisir sedini mungkin.
Transformasi sosial melalui energi
Listrik bukan sekadar alat penerangan, melainkan katalisator transformasi sosial di pedesaan. Di Desa Tengin Baru misalnya, hadirnya listrik mengubah pola aktivitas malam hari menjadi lebih produktif. Anak-anak kini bisa belajar dengan pencahayaan yang layak tanpa harus merusak mata karena kekurangan cahaya, sementara para ayah bisa melakukan pekerjaan sampingan di malam hari untuk menambah penghasilan.
Dukungan penuh pimpinan wilayah
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, turun langsung untuk memastikan proses penyalaan berjalan lancar. Kehadiran pimpinan di lapangan memberikan pesan kuat bahwa PLN serius dalam menangani isu kemiskinan energi. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi instansi lain untuk turut serta dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh akar rumput.