Breaking

Reinvestasi Laba BUMN oleh Danantara Dinilai Dorong Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja, Ini Kata Pengamat

RE
Jumat, 14 Agustus 2026
Reinvestasi Laba BUMN oleh Danantara Dinilai Dorong Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja, Ini Kata Pengamat
Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai reinvestasi laba BUMN oleh Danantara berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

JAKARTA — Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai kebijakan reinvestasi laba BUMN oleh Badan Pengelola Investasi Danantara berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Herry menekankan bahwa suntikan modal dari laba perusahaan pelat merah itu mampu memperkuat komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB), yang merupakan salah satu penopang utama produk domestik bruto (PDB).

"Selain itu, peluang penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar," ujar Herry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Hilirisasi dan Akuisisi: Dua Strategi yang Digarap Pemerintah

Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah bersama Danantara mengarahkan keuntungan BUMN untuk dua strategi utama. Pertama, mempercepat hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai jual produk di dalam negeri. Kedua, menjalankan strategi upstreaming dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia.

Langkah akuisisi tersebut dirancang untuk menguasai teknologi, manajemen, dan akses pasar global. Tujuannya jelas, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional dan tidak lagi sekadar menjadi pengekspor bahan mentah.

Keuntungan BUMN Tembus Rp 326 Triliun, Dividen Naik 67 Persen

Data yang disampaikan Presiden menunjukkan kinerja BUMN yang moncer. Keuntungan BUMN pada 2025 meningkat signifikan menjadi Rp 326 triliun, atau tumbuh 75,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Adapun dividen yang disetorkan ke kas negara mencapai Rp 142,3 triliun, meningkat 67 persen.

Sepanjang 2026, pemerintah bersama Danantara telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama sebanyak 26 proyek hilirisasi. Proyek-proyek ini tersebar di berbagai sektor dan diharapkan menjadi katalisator industrialisasi nasional.

Potensi Devisa dan Pengawasan yang Dibutuhkan

Herry menambahkan, investasi pada sektor hilirisasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik. Proses pengolahan komoditas menjadi produk jadi atau setengah jadi membuat nilai jualnya jauh lebih tinggi dibandingkan menjual dalam bentuk mentah. Hal ini berpotensi meningkatkan penerimaan devisa negara secara signifikan.

Kendati demikian, pengamat mengingatkan agar kebijakan ini dikawal ketat. "Investasi yang berasal dari laba BUMN harus benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian," tegasnya. Pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan tepat sasaran, efisien, dan tidak menimbulkan risiko fiskal baru bagi negara.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua