Breaking

Pemprov Sulteng Kaji Rute Penerbangan Palu-India dan Malaysia, Investasi Jadi Sektor Paling Menjanjikan

ZA
Sabtu, 15 Agustus 2026
Pemprov Sulteng Kaji Rute Penerbangan Palu-India dan Malaysia, Investasi Jadi Sektor Paling Menjanjikan
Pemprov Sulawesi Tengah mengkaji pembukaan rute penerbangan langsung dari Palu menuju India dan Malaysia.

PALU — Langkah membuka gerbang udara menuju Asia Selatan dan Asia Tenggara mulai disiapkan Pemprov Sulawesi Tengah. Setelah rute Palu-Guangzhou resmi beroperasi, kini giliran India dan Malaysia yang masuk dalam peta kajian pengembangan bandara internasional di Bumi Tadulako.

Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido mengatakan pembukaan rute internasional merupakan bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, konektivitas langsung akan memangkas waktu tempuh yang selama ini harus melalui hub di Makassar atau Jakarta.

Investasi Jadi Sektor Andalan

Reny menyebut potensi pengembangan investasi di Kota Palu menjadi sektor yang paling mungkin diuntungkan. Namun ia menegaskan kajian komprehensif masih berjalan, termasuk memastikan jumlah penumpang cukup sebelum maskapai berkomitmen membuka rute.

"Ini masih kita kaji karena jangan sampai ketika maskapainya sudah ada tapi jumlah penumpangnya kurang," kata Reny di Kota Palu, Sabtu.

Selain investasi, pemerintah juga memetakan peluang di sektor pendidikan dan perdagangan. Kajian ini dinilai penting agar rute yang dibuka benar-benar berdampak pada perekonomian warga, bukan sekadar melayani perjalanan antarnegara.

Rute Palu-Guangzhou Jadi Fondasi

Keberhasilan penerbangan perdana Palu-Guangzhou menjadi pijakan awal. Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto menyebut rute tersebut membuka akses jalur pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan potensi Sulteng langsung dengan pasar internasional.

Menurut Thomas, potensi industri, perdagangan, hingga pariwisata di daerah ini membutuhkan konektivitas udara yang efisien. Penerbangan langsung dinilai mampu menghadirkan efisiensi perjalanan yang lebih cepat dan kompetitif dibandingkan harus transit di kota lain.

Melalui penerbangan langsung, waktu tempuh menuju Guangzhou—salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China—dapat dipersingkat secara signifikan. Pola yang sama kini diharapkan bisa direplikasi untuk rute India dan Malaysia.

Kecukupan Penumpang Jadi Pekerjaan Rumah

Tantangan utama yang dihadapi Pemprov Sulteng bukan sekadar izin rute, melainkan memastikan okupansi penumpang. Bandara Mutiara SIS Al-Jufri yang kini berstatus internasional harus mampu menarik minat perjalanan bisnis maupun wisata dari dan ke Palu.

Pemprov masih mendata potensi pergerakan orang dan barang ke kedua negara tersebut. Jika kajian menunjukkan angka yang layak, bukan tidak mungkin rute India dan Malaysia menyusul Guangzhou dalam waktu dekat.

Kepastian maskapai mana yang akan melayani rute baru ini pun masih menunggu hasil kajian. Yang jelas, langkah ini menjadi sinyal bahwa Sulteng serius memperkuat posisinya sebagai pintu gerbang ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua