Breaking

IMIP Morowali Salurkan 1.102 Kantong Darah hingga Beasiswa untuk 65 Mahasiswa Sepanjang 2026

RE
Kamis, 24 September 2026
IMIP Morowali Salurkan 1.102 Kantong Darah hingga Beasiswa untuk 65 Mahasiswa Sepanjang 2026

MOROWALI — Sebanyak 1.102 kantong darah terkumpul dari aksi donor berkala yang digelar IMIP bersama PMI Morowali, PMI Sulawesi Tenggara, dan RSUD Morowali. Kegiatan itu berlangsung pada momen Bulan K3 Nasional, Hari Donor Darah Sedunia, dan HUT RI. Stok darah tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Morowali.

Di sektor kesehatan, IMIP merenovasi Poskesdes Padabaho, membangun Poskesdes Labota, dan mendirikan gedung Posyandu Desa Le-Le. Layanan kesehatan gratis juga digelar rutin pada April, Juli, dan Agustus 2026 di Desa Bahomakmur, Fatufia, dan Labota. Warga mendapat pemeriksaan klinis, tes laboratorium dasar, penyuluhan penyakit tidak menular, hingga senam kebugaran bersama.

“Dari catatan Tim Pilar Kesehatan CSR IMIP, terdapat 500 jumlah kunjungan warga di layanan kesehatan ini, dan tingkat kepuasan publik mencapai 89,39%,” ungkap Laurencia Kirana Larasati, Strategy and Implementation Deputy Department Head CSR PT IMIP, Rabu (23/09/2026).

66 Guru Direkrut, 569 Set Meubelair Disalurkan ke 8 Sekolah

Di sektor pendidikan, IMIP merekrut 66 guru berkualitas untuk ditempatkan di sekolah lingkar kawasan. Rinciannya, 8 guru TK, 28 SD, 18 SMP, 6 SMK, 3 SMA, dan 3 pendamping di Rumah Literasi IMIP. Kompetensi mereka diasah melalui pelatihan Bahasa Inggris untuk 145 guru serta pelatihan kepemimpinan visioner bagi 58 kepala sekolah se-Bahodopi pada Mei dan Agustus 2026.

Untuk mendukung digitalisasi belajar, perusahaan menyalurkan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer. Sebanyak 569 set meubelair juga didistribusikan ke delapan sekolah: MTs Labota, MTs Makarti Jaya, SDN Makarti Jaya, SDN 2 Bahodopi, SDN 2 Bahomakmur, SDN Labota, SDN Lalampu, dan SDN Lerea.

Dari sisi fisik, IMIP merampungkan penambahan 7 ruang kelas baru untuk MTs Al-Khairaat Makarti Jaya, PAUD KB Almutakabbir Labota, SDN Lerea, dan SD Ekklesia Bahodopi. Khusus di SDN Padabaho, dibangun talud pengaman.

“Tidak hanya mengasah kompetensi manusia, peningkatan sarana fisik diperlukan untuk mengimbangi pertambahan peserta didik,” kata Laurencia.

Dukungan Vokasi hingga Kuliah di Palu, Makassar, Kendari, dan Yogyakarta

Di tingkat vokasi, IMIP menyerahkan 22 jenis alat laboratorium kimia modern dan 40 macam bahan kimia ke Politeknik Industri Logam Morowali. Pendidikan informal juga berjalan di Rumah Literasi IMIP di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita, serta Balai Pasraman Bahomakmur melalui Kelas Inspiratif dan pendidikan karakter.

Bagi lulusan yang melanjutkan kuliah, Program Beasiswa IMIP Bersinergi mendampingi 65 mahasiswa asal Bahodopi yang menempuh pendidikan di Palu, Makassar, Kendari, hingga Yogyakarta. “Dukungan keberlanjutan pendidikan di lingkar kawasan direalisasikan melalui program Beasiswa IMIP Bersinergi,” tandas Laurencia.

Sebagai pengelola kawasan industri nikel terintegrasi, IMIP memastikan pertumbuhan industri di Bahodopi berjalan beriringan dengan peningkatan mutu hidup masyarakat sekitar.

Sumber: bedahnusantaraindonesia.i

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua