Biopik Fred Astaire Sony Kini Diperkuat Qualley dan Carpenter
NAVIGASI.CO.ID — Margaret Qualley dan Sabrina Carpenter resmi bergabung dalam biopik Fred Astaire garapan Sony Pictures yang belum berjudul, mendampingi Tom Holland sebagai bintang utama. Qualley akan memerankan Adele Astaire, sementara Carpenter dipercaya memerankan Ginger Rogers. Film ini disutradarai Paul King dengan Amy Pascal sebagai produser.
Qualley, yang pernah masuk nominasi Golden Globe lewat "Maid" dan tampil di "The Substance", akan memerankan Adele Astaire. Carpenter, pemenang Grammy, dipercaya memerankan Ginger Rogers.
Siapa Adele dan Ginger dalam Kisah Hidup Fred Astaire
Fred dan Adele Astaire lebih dulu menjadi bintang Broadway dan West End sebelum Fred merambah layar lebar. Nama Adele kemudian nyaris hilang dari catatan sejarah karena tidak ada satu pun rekaman visual tariannya yang bertahan.
Ginger Rogers adalah pasangan Fred di sejumlah film musikal klasik era 1930-an, termasuk "Swing Time" (1936), "The Gay Divorcee" (1934), dan "Top Hat" (1935). Sepanjang karier tujuh dekade, Fred membintangi lebih dari 30 film musikal.
Alasan Paul King Bertahan dengan Tiga Nama Itu
Sutradara Paul King menyebut ketiga aktor ini sebagai sosok yang tak tergantikan untuk menghidupkan ikon abad ke-20 tersebut. Ia mengaku terhormat dipercaya menuturkan kisah Fred dan pasangan dansa pertamanya, kakak perempuannya sendiri.
"Fred left a timeless legacy of dance on film — most famously in his collaborations with Ginger Rogers — while Adele's work has been lost to history; indeed, no footage of her dancing survives," kata King dalam pernyataannya.
King menulis naskah bersama Steven Levenson, diangkat dari buku "The Astaires: Fred & Adele" karya Kathleen Riley. Riley turut bertugas sebagai konsultan naskah dan cerita.
Restu Keluarga Astaire dan Persiapan Tom Holland
Ava Astaire McKenzie, putri Fred Astaire, menyatakan dukungannya terhadap proyek ini. Menurutnya, kisah kemitraan ayah dan bibinya di atas dan di luar panggung berada di tangan yang tepat berkat kombinasi Riley, King, Levenson, Pascal, dan Holland.
"I'm delighted to support this endeavor to celebrate the extraordinary careers and enduring legacy of my father and aunt, who were among the biggest musical stars of their era," ujar Astaire McKenzie.
Putranya, Tyler McKenzie, ikut mendampingi sebagai konsultan dan co-producer. Holland sendiri mengaku sedang kembali berlatih di studio dansa untuk peran ini.
Sebelum dikenal sebagai bintang Marvel, Holland memulai karier akting di panggung West End lewat "Billy Elliot: The Musical" pada 2008-2010. Ia berencana menampilkan seluruh tariannya tanpa pemeran pengganti dan merekamnya dalam satu take, meniru gaya Fred Astaire.
Holland juga masuk jajaran produser lewat rumah produksi Billy 17, bersama Pascal dan Rachel O'Connor untuk Pascal Pictures, serta Ben Holden dan Josh Hyams untuk Lightbulb Pictures. Harry Holland dan Will South menjadi executive producer mewakili Billy17, disusul Will Clarke dan Andy Mayson dari Altitude Films serta Levenson.
Biopik ini menandai langkah Holland setelah musim panas 2026 yang dikuasainya lewat "Spider-Man: Brand New Day" dan "The Odyssey". Keduanya tercatat sebagai dua film dengan pendapatan tertinggi sepanjang tahun tersebut.