KADIN Sulteng Gelar Rapimprov 2026 di Palu, Rumuskan 5 Misi dan 7 Pokja untuk Ekonomi Daerah Mandiri
PALU — Rapimprov KADIN Sulawesi Tengah 2026 berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, dihadiri pengurus KADIN kabupaten dan kota, pelaku UMKM, serta perwakilan dunia usaha. Kegiatan ini menjadi forum pertama di bawah kepengurusan baru periode 2026–2031 yang mengusung visi "KADIN BERANI".
Ketua Umum KADIN Sulteng Ir. Gufran Ahmad, ST., MT., IPM, menyatakan organisasi yang dipimpinnya tidak sekadar menjadi perkumpulan bisnis. KADIN diposisikan sebagai rumah besar yang inklusif bagi semua skala usaha.
"Kadin harus menjadi tempat berhimpunnya mulai dari pengusaha skala besar, industri raksasa, koperasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang ingin naik kelas," kata Gufran dalam sambutannya.
Lima Misi Utama KADIN Sulteng Periode 2026–2031
Visi KADIN BERANI diterjemahkan ke dalam lima misi strategis yang menyasar persoalan internal organisasi sekaligus tantangan dunia usaha daerah. Misi pertama adalah revitalisasi rumah besar KADIN melalui pembaruan fasilitas kantor dan penguatan tata kelola organisasi.
Misi kedua, restrukturisasi KADIN dengan menata ulang komposisi dan kompetensi pengurus. Misi ketiga membangun sistem informasi bisnis berbasis transformasi digital untuk menghadirkan database pelaku usaha yang akurat dan mempercepat komunikasi antaranggota.
Misi keempat menempatkan KADIN sebagai mediator ekosistem investasi. Organisasi ini berperan menjembatani investor global dengan pengusaha lokal, menyelesaikan hambatan investasi, dan memberikan konsultasi bisnis. Misi kelima memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah lewat program kolaboratif.
Tujuh Pokja Bedah Akar Masalah Dunia Usaha
Seluruh peserta Rapimprov dibagi ke dalam tujuh kelompok kerja untuk membedah akar permasalahan dan merumuskan solusi konkret. Pokja 1 membahas struktur pelaku usaha dan jalur naik kelas, mulai dari usaha mikro hingga masuk rantai pasok industri besar.
Pokja 2 mengupas rantai nilai usaha rakyat, terutama hambatan distribusi komoditas lokal dari produksi hingga konsumen. Pokja 3 mendorong hilirisasi, energi, dan nilai tambah industri agar Sulteng tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.
Pokja 4 mencari formula mengatasi kesenjangan kompetensi tenaga kerja dan mendorong regenerasi pengusaha muda. Pokja 5 membahas ketahanan ekonomi, keamanan berusaha, dan industri pertahanan, termasuk pemangkasan hambatan regulasi.
Pokja 6 memetakan diplomasi ekonomi dan perdagangan, khususnya produk unggulan daerah yang siap menembus pasar ekspor. Pokja 7 memperkuat kelembagaan KADIN Indonesia dan KADIN daerah agar sekretariat di tingkat kabupaten/kota makin profesional melayani anggota.
Rangkaian Sidang Pleno dan Tasyakuran HUT ke-58 KADIN
Rapimprov kali ini juga dirangkaikan dengan perayaan Tasyakuran HUT ke-58 KADIN Indonesia. Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan Ketua Umum KADIN Sulteng bersama jajaran pengurus dan peserta.
Rangkaian sidang pleno berjalan sistematis, mulai dari laporan situasi organisasi dari masing-masing KADIN kabupaten/kota hingga pengesahan rekomendasi akhir. Forum ini diharapkan melahirkan dokumen kerja yang implementatif bagi penguatan ekonomi daerah.
Melalui visi KADIN BERANI, kepengurusan baru menargetkan terciptanya ekosistem investasi mandiri dan kolaboratif. Ekosistem itu diproyeksikan menunjang pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah ke depan.