Breaking

Kemlu Intensifkan Pelindungan WNI di Arab Saudi, KBRI Riyadh Pastikan Belum Ada Korban

RE
Sabtu, 10 Oktober 2026
Kemlu Intensifkan Pelindungan WNI di Arab Saudi, KBRI Riyadh Pastikan Belum Ada Korban

JAKARTA — Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah memperketat pemantauan keselamatan Warga Negara Indonesia di Arab Saudi menyusul eskalasi serangan rudal dan drone dari Yaman ke sejumlah titik di negara itu. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan kedua perwakilan terus menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing. Hingga Jumat (9/10), tidak ada laporan WNI yang menjadi korban langsung dari rangkaian serangan tersebut.

Pemantauan dilakukan menyusul meningkatnya serangan rudal dan drone dari Yaman ke sejumlah titik di Arab Saudi. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah melanjutkan pemantauan situasi keamanan setempat serta keselamatan WNI di wilayah kerja mereka.

"Kedua Perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI," kata Heni melalui pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Belum Ada WNI Terdampak Langsung

Berdasarkan laporan terkini dari kedua perwakilan, dipastikan belum ada WNI yang menjadi korban langsung akibat serangan yang mengenai titik di Arab Saudi. Heni menegaskan hal itu berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan.

"Belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut," ucap dia.

93 Persen Penerbangan di Jeddah Tetap Beroperasi

Heni menyampaikan bahwa menurut pantauan KJRI Jeddah pada 6--8 Oktober, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah masih relatif terkendali. Sebanyak 93 persen lebih penerbangan terjadwal tetap beroperasi.

Meski demikian, perkembangan keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi. Kemlu memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan.

KBRI Riyadh Imbau WNI Batasi Perjalanan Tidak Esensial

KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan situasi keamanan tertanggal 9 Oktober. Imbauan itu meminta para WNI tetap berada di lokasi yang aman serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.

"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial," demikian pernyataan KBRI Riyadh dalam media sosial Instagram pada Jumat.

Serangan Houthi Tewaskan Tiga Orang di Dua Bandara

Ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis. Menurut laporan Xinhua, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terbaru Houthi terhadap dua bandara di Arab Saudi, kata otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10).

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh. Serangan berlangsung pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua