Breaking

Kabut Asap Selimuti Palu Sepekan, PM2.5 Tembus 206 Mikrogram dan 1.000 Masker Dibagikan di Jalan

RE
Senin, 12 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Palu Sepekan, PM2.5 Tembus 206 Mikrogram dan 1.000 Masker Dibagikan di Jalan

PALU — Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri BMKG mencatat lonjakan polutan halus yang membuat langit di atas Teluk Palu tampak kelabu hampir sepekan. Angka PM2.5 yang menembus 206 mikrogram per meter kubik itu jauh di atas ambang batas, sementara PM10 tercatat 210 mikrogram per meter kubik.

Kepala SPAG Lore Lindu Bariri BMKG, Asep Firman Ilahi, menjelaskan polusi ini berasal dari asap karhutla di sejumlah daerah tetangga yang terbawa tiupan angin lurus masuk ke lembah Palu. Wilayah pemicunya antara lain Morowali, Tojo Una-Una, hingga Sulawesi Barat.

Mengapa Kabut Asap Mudah Terjebak di Lembah Palu

Palu berada di cekungan yang dikepung perbukitan dan teluk. Bentuk geografis itu membuat kabut asap kiriman dari wilayah tetangga sulit terurai dan cenderung mengendap di permukaan.

Bagi warga Palu, kondisi ini bukan hal baru. Kabut asap sering datang diam-diam terbawa angin dari daerah yang sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan.

Dampaknya paling terasa di jalanan. Rian (34), pengemudi ojek online yang mangkal di sudut Jalan Jenderal Sudirman, mengaku dadanya terasa berat saat membawa motor pada pagi hari.

"Sudah beberapa hari ini dada agak berat kalau bawa motor pagi-pagi. Mata juga gampang perih kena angin, padahal biasanya aman-aman saja," kata Rian sambil membenarkan maskernya yang mulai kusam.

Dinkes Palu Waspadai Lonjakan Kasus ISPA

Dinas Kesehatan Kota Palu mengeluarkan peringatan dini karena polutan halus berpotensi memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Partikel sisa pembakaran dinilai mudah masuk ke saluran pernapasan saat dihirup.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, mengingatkan bahwa partikel maupun zat kimia dari polutan tersebut dapat langsung masuk ke dalam tubuh manusia saat dihirup.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gubernur Anwar Hafid resmi mengeluarkan imbauan agar warga disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

1.000 Masker Dibagikan di Simpang Empat Emmy Saelan–Anoa

Sabtu (10/10/2026), CINDOnews bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah turun ke jalan membagikan sekitar 1.000 masker gratis. Sasaran mereka pengendara yang melintas di simpang empat Jalan Emmy Saelan–Jalan Anoa, Kota Palu.

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Palu membantu pengamanan aksi itu agar arus kendaraan tetap lancar. Pemimpin Redaksi CINDOnews, Jefrianto, menyebut aksi tersebut sebagai panggilan kemanusiaan.

"Melalui aksi sederhana ini, kami ingin membantu masyarakat mengurangi paparan kabut asap dan debu, sekaligus mengingatkan pentingnya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah," kata Jefrianto di lokasi giat.

Pedagang Pasar Tetap Turun Meski Tenggorokan Gatal

Di pasar tradisional, roda ekonomi tidak berhenti. Daeng Sese (58), penjual kelapa muda, mengaku lebih cepat lelah sepekan terakhir dan tenggorokannya gampang gatal.

"Mau bagaimana lagi, kalau tidak ke pasar, dapur tidak ngebul. Cuma ya itu, rasanya tenggorokan gatal terus. Minum air putih jadi lebih sering," tuturnya.

Di media sosial, foto langit Palu yang tampak pucat bertebaran di grup WhatsApp dan linimasa Instagram. Warga saling mengingatkan untuk kembali mawas diri menghadapi kabut asap yang belum jelas kapan berakhir.

Sumber: kabarselebes.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua