Breaking

5 Proyek Investasi Jumbo di Indonesia: Pabrik Baterai Karawang hingga LNG Masela US$20,9 Miliar

RE
Minggu, 20 September 2026
5 Proyek Investasi Jumbo di Indonesia: Pabrik Baterai Karawang hingga LNG Masela US$20,9 Miliar

JAKARTA — Gelombang investasi besar mewarnai perekonomian Indonesia dalam rentang 2024–2026. Proyek-proyek strategis skala nasional muncul di sejumlah wilayah, dari kawasan industri Jawa Barat sampai kepulauan Maluku. Nilainya tidak tanggung-tanggung, menembus miliaran dolar Amerika Serikat.

Pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang menjadi salah satu yang paling menonjol. Fasilitas ini menempatkan Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik, sektor yang permintaannya terus naik di pasar internasional.

LNG Abadi Masela: Proyek US$20,9 Miliar di Maluku

Proyek LNG Abadi Masela di Maluku mencatat nilai investasi US$20,9 miliar. Angka itu menjadikannya salah satu proyek gas alam cair terbesar yang tengah digarap di Indonesia.

Proyek ini menyasar pemanfaatan cadangan gas di kawasan timur Indonesia. Sebagian proyek investasi jumbo lain dilaporkan sudah beroperasi, sedangkan Masela masih berada dalam tahap pembangunan.

Peta Investasi Tersebar, Tidak Hanya di Jawa

Sebaran proyek menunjukkan investasi tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Maluku dan sejumlah daerah lain masuk dalam daftar penerima investasi berskala besar.

Karawang tetap menjadi magnet untuk industri manufaktur bernilai tinggi. Sementara Maluku menonjol lewat sektor energi.

Sejumlah Proyek Sudah Beroperasi

Dari deretan proyek tersebut, sebagian telah beroperasi dan mulai memberi dampak ekonomi. Sisanya masih dalam tahap konstruksi dengan target penyelesaian bertahap.

Pemerintah menempatkan proyek-proyek ini sebagai penopang investasi nasional. Nilai yang besar diharapkan berdampak pada lapangan kerja dan penerimaan daerah.

Bagaimana dengan Daerah Lain?

Selain Karawang dan Maluku, sejumlah daerah lain juga disebut menerima investasi besar dalam periode yang sama. Namun rincian proyek di luar kedua lokasi tersebut belum dipaparkan secara lengkap.

Peta investasi ini menjadi gambaran bahwa arus modal masuk ke Indonesia menyentuh sektor energi dan manufaktur sekaligus.

Sumber: holopis.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua