Breaking

CSIS: Elektrifikasi Tekan Impor LPG dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

RE
Rabu, 07 Oktober 2026
CSIS: Elektrifikasi Tekan Impor LPG dan Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

JAKARTA — Yose Rizal Damuri menilai peralihan dari kompor gas ke kompor induksi atau kompor listrik dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Pasokan LPG untuk kebutuhan rumah tangga selama ini sebagian besar masih berasal dari luar negeri.

"Elektrifikasi memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energinya dan meningkatkan efisiensi energinya," kata Yose dalam forum tersebut.

Mengapa LPG Impor Jadi Sorotan?

Yose menempatkan LPG rumah tangga sebagai titik lemah dalam neraca energi nasional. Selama pasokan domestik belum mencukupi, impor menjadi jalur utama pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Mengalihkan konsumsi rumah tangga ke listrik akan memutus sebagian ketergantungan itu. "Kalau kita bisa mengalihkannya menjadi listrik, maka kita juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," ujarnya.

Elektrifikasi juga dinilai lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil. Efisiensi ini menjadi argumen utama di balik dorongan peralihan teknologi.

Peringatan soal Sumber Listrik

Yose menegaskan elektrifikasi tidak cukup jika hanya mengganti alat masak. Pasokan listriknya sendiri harus lebih bersih dan ramah lingkungan.

"Dengan demikian, elektrifikasi akan menjadi momentum bagi kita untuk menciptakan pasar bagi energi hijau," kata Yose.

Tanpa penyediaan listrik bersih, peralihan ke kompor listrik hanya memindahkan sumber emisi dari dapur ke pembangkit. Pemerintah perlu memastikan bauran energi pembangkit sejalan dengan target transisi energi.

Pemerintah Uji Coba 4 Jenis Kompor

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo mengatakan elektrifikasi menghadirkan teknologi yang berpotensi meningkatkan efisiensi energi dibandingkan energi fosil.

Pemerintah tengah melakukan uji coba teknologi kompor listrik sebagai alternatif pengganti kompor gas. Uji coba dilakukan terhadap empat jenis kompor:

  • Kompor gas
  • Kompor induksi
  • Kompor listrik filamen
  • Kompor inframerah

"Kami terus mencari, mencoba berbagai jenis teknologi untuk mencari yang terbaik, yang paling cocok untuk diterapkan secara bertahap ke depannya," ujar Gigih.

Hasil uji coba itu akan menentukan jenis teknologi yang paling layak diterapkan bertahap. Skema penerapan bertahap memberi ruang penyesuaian bagi rumah tangga dan industri peralatan listrik.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

Perpindahan ke kompor listrik menyentuh langsung belanja rumah tangga. Biaya memasak akan bergeser dari pembelian tabung LPG ke tagihan listrik bulanan.

Besaran penghematan bergantung pada tarif listrik, harga LPG nonsubsidi, dan pola pemakaian tiap rumah. Pemerintah belum mengumumkan skema insentif atau target waktu penerapan yang mengikat.

Untuk sementara, arah kebijakannya jelas: mengurangi impor LPG sambil membangun pasar energi hijau di dalam negeri.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua