Bupati Morowali Resmikan Listrik 24 Jam di Menui Kepulauan dan Bungku Selatan, Warga Kepulauan Kini Nikmati Layanan Setara Daratan
MOROWALI — Pengoperasian layanan listrik 24 jam di Kecamatan Menui Kepulauan dan Bungku Selatan diresmikan langsung Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf. Peresmian berlangsung di dua titik pembangkit, yakni PLTD Menui Kepulauan dan PLTD Pulau Paku, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Manager PT PLN (Persero) UP3 Palu, Wakil Bupati Morowali, Kapolres Morowali, Dandim Morowali, sejumlah kepala dinas, serta warga yang bermukim di wilayah kepulauan.
Apa yang Berubah bagi Warga Kepulauan?
Dengan pasokan listrik yang menyala sepanjang hari, rumah tangga di kedua kecamatan tidak lagi bergantung pada jadwal penyalaan terbatas. Anak-anak mendapat waktu belajar malam yang lebih longgar, sementara pelaku usaha kecil bisa memperpanjang jam operasional.
Layanan publik di wilayah kepulauan juga berpeluang membaik karena dukungan energi yang lebih stabil. Pemerintah kabupaten menempatkan listrik sebagai pintu masuk pemerataan pelayanan dasar, bukan sekadar penerangan.
Alasan Bupati: Jarak Geografis Bukan Alasan Warga Terabaikan
Iksan menegaskan pembangunan daerah harus menjangkau seluruh warga tanpa memandang tempat tinggal, jarak, maupun kondisi wilayah. Menurut dia, warga kepulauan memiliki hak yang sama atas pelayanan dan pembangunan.
"Bagi kami, masyarakat yang tinggal di kepulauan memiliki hak yang sama untuk menikmati pelayanan dan pembangunan. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian Pemerintah hanya karena mereka tinggal di pulau-pulau," ujarnya.
Ia menyebut pemenuhan kebutuhan dasar warga merupakan tanggung jawab yang mesti diwujudkan lewat kerja nyata, koordinasi, dan komitmen bersama.
"Listrik yang menyala 24 jam bukan hanya tentang lampu yang menerangi rumah. Di balik cahaya itu, ada anak-anak yang ingin belajar dengan nyaman, ada nelayan dan pelaku usaha yang ingin meningkatkan penghasilan, serta ada keluarga yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pembangunan harus benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Menekan Kesenjangan Layanan Daratan dan Kepulauan
Realisasi program ini disebut sebagai langkah penting menjawab kebutuhan warga Menui Kepulauan dan Bungku Selatan. Pemerintah kabupaten memposisikannya sebagai upaya memperkecil kesenjangan pelayanan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Iksan mengingatkan pemerataan pembangunan di kawasan kepulauan butuh pendekatan menyeluruh. Listrik dinilai sebagai langkah awal, sementara kesinambungan pembangunan menjadi kunci peningkatan kualitas hidup warga.
"Pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Listrik merupakan langkah penting, tetapi kesinambungan pembangunan tetap menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan," terangnya.
Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Seremoni
Bagi warga Menui Kepulauan, keandalan pasokan listrik berkaitan langsung dengan aktivitas harian. Karena itu, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari peresmian, melainkan dari kontinuitas pasokan, mutu pelayanan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan.
"Harapan saya sederhana, masyarakat di wilayah Kepulauan harus dapat merasakan kemajuan yang sama, memiliki kesempatan yang sama, dan memperoleh pelayanan yang semakin baik. Pemerintah tidak cukup hanya hadir ketika meresmikan program, tetapi harus terus mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," sebutnya.