Pemkot Palu Terima Bantuan Rp107 Miliar dari Kemendagri untuk Pengelolaan Sampah Terpadu
PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan bantuan Rp107 miliar dari pemerintah pusat itu akan dipakai memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurut dia, dana tersebut menyasar optimalisasi tata kelola kebersihan supaya Palu semakin indah, tertata, bersih dan lebih maju.
Penyerahan bantuan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa. Hadianto menerima langsung dukungan yang berasal dari program LSDP Kemendagri tersebut.
Apa Isi Program LSDP Kemendagri untuk Kota Palu?
Program LSDP merupakan skema bantuan pemerintah pusat yang menyasar peningkatan layanan dasar di daerah. Untuk Kota Palu, sektor yang digarap adalah pengelolaan sampah terpadu.
Hadianto menyebut dukungan itu sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Palu yang terus menunjukkan peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan serta pembangunan kota.
Alokasi anggaran dari pemerintah pusat itu, katanya, menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama dalam mewujudkan kota yang lebih bersih, rapi, tertata, dan nyaman.
Kebersihan Disebut Harus Jadi Budaya Warga
Wali Kota menegaskan pengelolaan sampah tidak cukup mengandalkan anggaran dan peralatan. Perubahan perilaku warga menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan.
"Kebersihan harus menjadi budaya. Kami terus berupaya menanamkan kesadaran masyarakat tentang peduli sampah. Pembangunan berkelanjutan salah satunya dapat dipengaruhi kebersihan suatu kota dan komitmen ini kami jalankan untuk pembangunan yang inklusif di masa depan," ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemkot Palu membangun kesepahaman mengenai arah pembangunan ke depan. Semangat gotong royong diminta tetap dipertahankan dalam menjalankan berbagai program.
"Mari kita tunjukkan kerja-kerja keras kepada publik, bangun terus kesepahaman terkait apa yang menjadi tuju ke depan, bangun Kota Palu menjadi kota yang lebih baik dan inklusif untuk semua orang," ucapnya.
DLH, Satgas Kebersihan, hingga RT/RW Jadi Ujung Tombak
Hadianto menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemkot yang selama ini terlibat menjaga kebersihan kota. Ia menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH), satgas kebersihan, RT/RW, masyarakat yang tergabung dalam program padat karya, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi.
Ia turut mengapresiasi Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemendagri atas kepercayaan maupun dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kota Palu melalui program LSDP.
"Kota Palu harus tumbuh dan menjadi daerah maju di Indonesia. Kota ini dibangun untuk menjadi daerah tujuan semua orang. Urusan kebersihan salah satu program prioritas kami," demikian Hadianto.
Bantuan Rp107 miliar itu menjadi salah satu alokasi terbesar yang diterima Pemkot Palu dari pemerintah pusat untuk sektor lingkungan dalam periode ini. Pemkot Palu belum merinci pembagian anggaran per kegiatan maupun jadwal pelaksanaan program di lapangan.