Breaking

17 Peserta SSW Kota Palu Berangkat ke Jakarta 22 Oktober 2026, Wali Kota Minta Ikuti Prosedur Pelatihan ISO Jepang

RE
Kamis, 15 Oktober 2026
17 Peserta SSW Kota Palu Berangkat ke Jakarta 22 Oktober 2026, Wali Kota Minta Ikuti Prosedur Pelatihan ISO Jepang

PALU — Sebanyak 17 peserta program Specified Skilled Worker (SSW) Kota Palu akan menjalani pelatihan intensif bersama lembaga ISO Jepang sebelum ditempatkan bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang. Pelatihan berlangsung tiga bulan, mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu Zulkifli menyebut para peserta dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 22 Oktober 2026 untuk memulai pelatihan tersebut. Setelah masa pelatihan selesai, pihak ISO akan menghubungkan perusahaan dengan calon pekerja.

Dari total 250 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 17 orang yang dinyatakan lolos ke tahap pelatihan. Tahapan berikutnya adalah penempatan kerja di Jepang.

Apa Saja yang Dilatih Selama Tiga Bulan?

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyebut pelatihan mencakup bahasa, budaya kerja di Jepang, keterampilan bidang spesifik, hingga kesiapan kerja. Seluruh rangkaian itu wajib diikuti peserta sebelum masuk ke dunia kerja.

"Proses pelatihan mencakup bahasa, budaya kerja di Jepang, termasuk keterampilan bidang spesifik dan kesiapan kerja, maka proses itu wajib diikuti para peserta sebelum masuk ke dunia kerja," kata Hadianto di Palu, Rabu.

Ia meminta peserta menjalani setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, mengikuti arahan instruktur, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tujuannya agar peserta bisa menyelesaikan program dan segera diterima bekerja di perusahaan Jepang.

Kerja Sama Pemkot Palu dengan Lembaga ISO Jepang

Program SSW merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Palu dengan lembaga ISO Jepang. Skema ini disiapkan untuk memfasilitasi warga Kota Palu, terutama calon tenaga kerja, memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri.

Hadianto menekankan kesempatan tersebut harus dimanfaatkan maksimal karena menuntut kesiapan, kedisiplinan, dan komitmen kuat dari setiap peserta.

"Kesempatan itu harus dimanfaatkan secara maksimal karena membutuhkan kesiapan, kedisiplinan, serta komitmen yang kuat dari setiap peserta SSW," ujar dia.

Modal Mental Pekerja Migran Indonesia

Sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), peserta dituntut memiliki mental tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan di negara tujuan. Hadianto menyebut sikap itu perlu ditanamkan sejak masa pelatihan.

Program SSW juga menjadi upaya pemerintah daerah menyiapkan lapangan kerja bagi warga ibu kota Sulawesi Tengah. Selain meningkatkan keterampilan, program ini membuka pengalaman kerja dan peluang masa depan yang lebih baik.

"Pemkot Palu menjembatani masyarakat untuk memperbaiki ekonomi keluarga melalui SSW," ujar Hadianto.

Sumber: sulteng.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua